Wednesday, 12 July 2023

Sejarah Desa Tlagah



Desa Tlagah tidak terlepas dari asal usul terbentuknya nama dari desa ini. Dimana dahulu kala ada seorang Raja Sumenep  bernama Jokotole, Dalam perjalanan tersebut beliau membawa air daam kendi setelah sampai ke Pamekasan air tersebut belum tumpah namun setelah berjalan terus sampailah ke desa kami dan air tersebut tumpah dan berkat kesaktiannya maka secara ajaib air tersebut menjadi beberapa sumber mata air maka desa kami di namakan Desa Tlagah.

Karena adanya semangat perubahan baik pola hidup yang semakin modern maka desa ini selalu mengikuti perkembangan zaman. Adapun kepala desa yang menjabat untuk pertam kali yaitu  Ayu ( tahun 1940 s/d 1965),

        Desa Tlagah terletak di wilayah Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah utara berbatasan dengan Desa Lebbek, di sebelah barat berbatasan dengan Desa Bulangan Timur dan desa Bulangan Haji, di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Pamoroh, sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Desa Bicorong. Jarak tempuh Desa Tlagah ke ibu kota kecamatan adalah km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 06 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 55 menit.

        Mayoritas penduduk Desa Tlagah hasil perekonomian hanya di topang dengan hasil pertanian karena desa Tlagah merupakan lahan yang subur dan cukup air , hasil yang sangat baik diantaranya padi, dan jagung ,dan umumnya masyarakat Tlagah merupakan keturunan Darah Biru yang saat masih kental disebut kyai . Bahkan di desa Tlagah ada 2 Pondok pesantren Cahya Baru dan pondok pesantren Al- Hamidi yang merupakan pusat pendidikan keagamaan bagi masyarakat Tlagah.

0 comments:

Post a Comment